Harap palsu menjelma tiada tara
rasa yang tumbuh masih berbentuk benih
pecah bak raga yang tak lagi bersatu
aku dengan sejuta rahasia
Memendam sepi sendiri
tanpa lamun yang mereda
ku benci dalam sunyi yang pasti
lambaikan tangan dengan sejuta rasa
akhir rasa...
bukan karna tak menuai
hanya biru yang nampak
kurasa kosong mulai menjelma
terpatri lara tiada tara
aku yang masih sendiri
cukup alami yang tak pasti
kucoba sembunyi
di penantian tanpa batas .
Teruntuk kamu yang masih menjadi bui
kusampaikan rasa dalam sebongkah asa..
-Teti Sukma-
Masih disini di pandeglang kita </3
Pandeglang, 10 Agustus 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar