Minggu, 29 Juni 2014

Ketika itu

Di sudut malam ku membisu
dengan kepingan hati yang masih berserak 
entah hingga kapan detak ini mulai mengencang
kembali mencoba merangkai kata yg hilang

       Tuhan...

Bisakah hujan menghapus jejak petang
aku masih berdiri di lamunan sang pekat
Takdir-Mu bukan tanpa alasan
pasti makna dalam sebuah kehidupan

Harapan tetap akan ku kayuh..
walau lelah akan tetap ku daki
hingga jawaban datang dengan pasti
ku coba untuk menepi lagi :')

                         -Sahur pertama-
                Aku yang merindu dalam petang


                                              Waktu bagian serang
                                                          04.18

                           -Teti Sukma-

    

Jumat, 27 Juni 2014

Teruntuk kau sang penyayat rindu

Ronta dalam jiwa mulai menggebu
asa dalam nestapa kembali bertemu
dengan kerinduan sang angkasa
masih takbisa kugapai senja..
    Teruntuk kau sang penyayat hati..
    Jerit kasih yang tergenggam erat
    kini terlepas bagai angin yang lalu

Kauu !!

harus kucari dimana serpihan dari puing itu
Bahkan jejaknya hilang tak ada
bukan caci yang ku mau
hanya harapan dari sang pengikis lalu..

Cukup !!

Aku mulai lelah 
mengejar sang ombak yang terus bergulung 
tak henti berlari dalam kelamnya masa
kini aku menyerah...
mengejar apa yang tak bisa kumiliki </3

                                 Siang yang cerah
                          -Aku yang kelabu dimatamu-

                          -Teti Sukma-




Minggu, 22 Juni 2014

Ya Robbi..

Teruntuk Engkau sang maha Rahim..

  Tiada kata yang lebih indah selain menyebut nama-Mu

Ya Latif.. Ya Ghafar..
Aku merindumu di pucuk senja..
dalam balutan kasih yang kau beri pada semesta..
slalu akanku sebut nama-Mu dalam doa
dengan segenap raga yang tercipta di dalam cinta..

 Kau yang maha Kabir ..
 aku memohon ridho dan kasihmu
sampai raga ini semakin rapuh
tetap kokohkan imanku 
agar sujudku tiada pernah berkurang untuk berbakti pada-Mu..

"Lahaula Wala Quwata Illa Billah Hil Aliyil'Azim.' "

Engkau yang maha sempurna 
biarkan hatiku hanya menyeru nama-Mu
hingga langit tak lagi berwarna biru
tetap istiqomahkan hatiku
dalam peluk kasih-Mu itu..

                                                    13.02 Wib
                                   Aku yang masih merindumu                                                                      
                                              -Teti Sukma-

Senin, 02 Juni 2014

Lamunan sang kejora




Kamu yang kini jauh dalam genggamanku..
tak bisa kuraih walau dengan selendang waktu
untuk mu.. sang bintang malam yang jauh di angkasa
kini ku hadir menyapa mu di bulan penuh warna..

  kau  !! yang membiarkanku meronta
 tertatih takbedaya menahan sayatan pisau

Heyy ..
balutan rindu kini mengerogoti hati
terseret oleh kencangnya ombak sang neptunus
sadarkah kau bintang dalam sekeping hati

 atmosfir penat ku kini terlihat nyata
 bingar seolah menyapa pekatku
 aku yang masih terbujur rapuh
 mencoba bangkit dari bongkahan hati yang pilu

    

                                                     


        * Bosan aku dengan penat dan enyah saja kau pekat

          seperti berjelaga di kalbuku sendiri *
-Malam Kelam -

Aku yang masih merindumu dalam sepi

             Teti Sukma-









 


Sabtu, 31 Mei 2014

KU SADARI




Terkadang yang terlihat indah bahkan tidak menjamin kebahagiaan 
ternyata genggaman mu lebih erat dari genggamannya kawan 
bahkan ketika kerapuhan menyapaku, bukan dia, dia yang bahkan tidak tau perasaanku
kau yg membangunkan ku dari lamunan yg bahkan bisa menjerumuskanku ke lubang yg dalam 
lubang yg bahkan akan membawaku keruang kosong yg hampa
yang hanya ada penyesalan didalamnya..
aku yankin mencintainya dalam diam lebih baik  "Seperti katamu "
kurelakan dia yang bahkan tidak sama sekali memandangku
dan ku ikhlaskan dia jika kelak bukan ia yg akan menuntunku ke jalan-Nya 
“Ketika aku tak lagi terkagum dengannya, maka pahamilah jejakku.. Karena mungkin, aku pernah menulis tentangnya  dan meyapa namanya dalam tiap untaian doaku”
  mencintainya dalam diam mungkin lebih baik bagi diriku dan dirinya. Lebih mulia bagi perasaanku dan perasannya. Lebih menjaga kehormatannya. Lebih menjaga kemuliaannya.
aku percaya janji sang pemberi Rasa lebih indah dari kita makhluknya 
yang bahkan tidak tahu apa-apa, jika dia memang yg  tercatat dalam lauful mahfudz untukku aku yakin kemanapun ia beklana mencari keindahan cinta yg lain pada akhirnya pelabuhan terakhirnya adalah diriku :')

(Teruntuk kamu yg ku kagumi dalam sepi)

" Bukan karena mencintaimu dengan diam aku akan menderita. Bukan karena mengagumimu dengan diam aku akan merana. Namun, ketika ku artikan cinta itu pada sisi kehadiran dan kebersamaan denganmu. Maka itu lah penderitaan yang sesungguhnya "



aku tau untuk saat ini yg terpenting adalah "aku harus lebih memperbaiki diriku " agar kelak jika Allah telah menakdirkanku dengan seorang ikhwan yg akan menuntunku ke jalan-Nya, aku siap dan pantas menyandang gelar Istri yang baik dan sholehah :')



وَمِن كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ              
  "Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah"
   (Q.S  Az-Zariat :49 )

-Thanks for My berst friend -
(Nia Alfitriani) ^^ 

Dan teruntuk sahabat bolo-boloku (Ni Made indah Parwati)





                                                                                                    

Selasa, 18 Februari 2014

B I M B A N G





Ragu ..

dalam kecaman sang waktu
menunggu hal yang masih berwarna kelabu
bisakah bibir ini berhenti mengucap namanya
nama sang pengikis yang terpatri dalam sanubari
yang ku sebut dalam setiap sujudku pada-Nya
  Mungkin hanya sebongkah harapan palsu
  yang tergores dalam penantian sang malam
  senyumnya bahkan sudah tak terlihat oleh masa
  terkubur dalam serpihan kata yang tak terucap
masih melekat erat dalam hati
cerita kita yang selalu membuat ku iri
iri dengan semua yg pernah terjadi
yang takan kembali dan takan pernah terulang lagi
aku dan kamu dalam doaku yang masih terdengar dalam diam :')

-Teti Sukma-


#Teruntuk kamu yang masih ku rindukan dalam diamku

(I love you for a thausand year) <3

Sabtu, 01 Februari 2014

S A N G P E R I N D U







Bait-bait nada itu terdengar begitu syahdu
dalam rintihan hujan di malam yang kelabu
berharap sang waktu mengerti.
bahwa harapan dan impian itu tidak berlari
  wahay kalian sang pengukir senyumku
  masihkah gelomabang rindu itu kau ingat
  dengan segenap raga, yang takkan hancur oleh sang massa
  di sini, hati yang berlayar menerjang ombak yang bergemuruh
tidak sulit mengukir namamu di kertas hatiku
tapi cukup sulit untuk ku hapus dalam penghapus hidupku
karena kau begitu melekat dalam hembusan nafas ini
bernyanyi mesra merangkul kerinduanku
setiap jam, menit bahkan detikpun kau kalahkan
dengan kasih dalam sebuah persahabatan ~


-TETI SUKMA -