Diunyu..
Sayup angin teriring di wajah penuh pilu..
Tergores asa sang nestapa..
Tak temukan kapal di selat pelabuhan rindu..
Masih menunggu dalam detik ketidak pastian..
Biar saja rindu makin jadi
Biar saja sepi menghampiri..
Asal kau tetap kembali..
Tersenyum menyapaku digerbang rasa..
Bukan ku tak tahu diri..
hanya sebatas berharap kau kembali..
menghiburku dengan gitar pelipur lara..
di tempat kenangan kita..
-Untuk Abang-
Masih disini disini di tempat kenangan kita
-PDG-
Ketika dunia menertawakan, dan cacian bagaikan hujan. maka belajarlah dari keduanya dan yakinlah bahwa kekuatan kita bangkit karena penyesalan yang telah kita alami
Senin, 31 Juli 2017
Sabtu, 24 Juni 2017
Kala Sang Ramadhan Pergi
Semua kan Berbeda
Esok sang fitri akan kembali
dan pertanda ramadhan akan pergi..
Rindu...
Rindu...
Rindu..
Keberkahannya,..
Keindahannya...
dan kebaikan yang ada didalamnya
kini kan pergi, dan menunggu tuk kembali lagi..
salam rindu dari kami ramadhan..
tak terbendung air yang menetes di pelupuk mata
penantian esok kan berakhir
kemenangan tiba
dan ramadhan kan kembali di 30 hari berikutnya.
_Salam kami tuk Ramahdan_
Semoga masih diberi kesempatan menikmati bulan yang penuh berkah ini
Tegal, 24 Juni 2017
_Teti Sukma_
Senin, 03 April 2017
Aku Yang Telah Lancang (Surat Takberbalas)
Aku yang telah lancang...
“Mungkin Doa yang ku
untai belum sampai pada sang empu, hanya bisa menunggu sampai atau berlalu”
Aku
kira setelahnya tidak ada lagi yang bisa ku taruh dalam rindu, namun entah sejak kapan kamu mulai
menyusup dalam celah kosong di hatiku. Sebenarnya aku yang telah lancang berani
menyebutmu di sepertiga malam-Nya tanpa seizin darimu. Mungkin aku sedang
berharap ketidak mungkinan yang mungkin saja bisa ku dapat. Tidak ada yang tau
selain DIA yang maha Tau. mungkin juga
aku sedang mencoba mematahkan hatiku sendiri dengan mencoba mengenalmu dalam
diam. Banyak kemungkinan lain yang akan terjadi atau malah berlalu pergi.
Seperti puisi rangga untuk cinta yang
berjanji untuk kembali bersama, aku ingin kamu dan aku dipertemukan kembali
dengan rencana yang telah dirancang-Nya pada waktu yang tepat. Aku tidak ingin
memaksakan ragaku yang sangat ingin menemuimu, aku ingin pertemuan kita nanti
menjadi pertemuan yang akan menunjukan restu-Nya. Jika memang kita dipertemukan
kembali atau sebaliknya jika kamu dan aku memang tidak ditakdirkan bertemu, aku
ingin diamku ini menjadi sebuah perbaikan diri ke jalan sang Illahi Robbi.
Teti
Sukma
Di Penghujung Senja
Selasa, 24 Januari 2017
Untukmu senjaku
Terkadang ingin hilang
hati kosong semakin berdebu
sedang senja makin jauh
aku toleh ke ujung biru
tak ada senyummu
lantas haruskah berhenti
sedang rindu semakin jadi
kadang ku merayu
namun tak sampai pada sang waktu
ku titip rasa dalam satu nama
nama yang masih ku rindu di ujung purnama
untukmu senjaku di kota baja.
_Semoga pesan ini sampai padanya_
-Teti sukma-
Serang, 24 Januari 2017
Masih disini di pengasingan hati .
Jumat, 09 Desember 2016
REMBULAN
Menapak tilas balik jejak rembulan
Tatkala lara berjalan berdampingan
Tiada sapa kata dan rasa
Hanya sebatas bersaama.
Kenapa taksempat mereda
Gelap awan karena hujan tutupimu
Bila sebuah bulan bisa diganti
Kukatakan Tetap menanti
Aku yang rindu rembulan
Hanya bisa tersenyum menatap langit
Berharap pesan sampai tanpa terucap
Kini ku semakin merindu
Rindu yang bahkan taksampai padamu
Pada sang lelaki manis di sudut biru
Yang masih takbisa lihat tulusnya rasa
Sampai nanti sampai ku berhenti
Merindumu ~
Masih disini ditempat pengasingan rasa....
Tatkala lara berjalan berdampingan
Tiada sapa kata dan rasa
Hanya sebatas bersaama.
Kenapa taksempat mereda
Gelap awan karena hujan tutupimu
Bila sebuah bulan bisa diganti
Kukatakan Tetap menanti
Aku yang rindu rembulan
Hanya bisa tersenyum menatap langit
Berharap pesan sampai tanpa terucap
Kini ku semakin merindu
Rindu yang bahkan taksampai padamu
Pada sang lelaki manis di sudut biru
Yang masih takbisa lihat tulusnya rasa
Sampai nanti sampai ku berhenti
Merindumu ~
Masih disini ditempat pengasingan rasa....
-Teti Sukmawati-
Serang,12-09-2016 .
Kamis, 17 November 2016
Rinduku jauh di kota landmark
Risau..
ketika bayang wajah tak bertemu
lelaki manis dengan tatapan sendu
berbayang jingga dalam elegi cinta di kota baja
sampai detik tak berdenting
masih rindu dalam jelma berrantai asa
bukan maksud mengusik raga
hanya hati tak mampu berkata sapa
lalu..
sampai puncak penghujung rindu
masih jadi sepotong rasa tanpa balas
dan rindu tanpa tepi...
yang belum terobati...
-Teti Sukma - Yang kini merindu tanpa balas.
Serang, 17 November 2016
Teruntuk engkau lelaki manis di kota landmark:')
Langganan:
Postingan (Atom)
