Ketika dunia menertawakan, dan cacian bagaikan hujan. maka belajarlah dari keduanya dan yakinlah bahwa kekuatan kita bangkit karena penyesalan yang telah kita alami
Selasa, 24 Januari 2017
Untukmu senjaku
Terkadang ingin hilang
hati kosong semakin berdebu
sedang senja makin jauh
aku toleh ke ujung biru
tak ada senyummu
lantas haruskah berhenti
sedang rindu semakin jadi
kadang ku merayu
namun tak sampai pada sang waktu
ku titip rasa dalam satu nama
nama yang masih ku rindu di ujung purnama
untukmu senjaku di kota baja.
_Semoga pesan ini sampai padanya_
-Teti sukma-
Serang, 24 Januari 2017
Masih disini di pengasingan hati .
Jumat, 09 Desember 2016
REMBULAN
Menapak tilas balik jejak rembulan
Tatkala lara berjalan berdampingan
Tiada sapa kata dan rasa
Hanya sebatas bersaama.
Kenapa taksempat mereda
Gelap awan karena hujan tutupimu
Bila sebuah bulan bisa diganti
Kukatakan Tetap menanti
Aku yang rindu rembulan
Hanya bisa tersenyum menatap langit
Berharap pesan sampai tanpa terucap
Kini ku semakin merindu
Rindu yang bahkan taksampai padamu
Pada sang lelaki manis di sudut biru
Yang masih takbisa lihat tulusnya rasa
Sampai nanti sampai ku berhenti
Merindumu ~
Masih disini ditempat pengasingan rasa....
Tatkala lara berjalan berdampingan
Tiada sapa kata dan rasa
Hanya sebatas bersaama.
Kenapa taksempat mereda
Gelap awan karena hujan tutupimu
Bila sebuah bulan bisa diganti
Kukatakan Tetap menanti
Aku yang rindu rembulan
Hanya bisa tersenyum menatap langit
Berharap pesan sampai tanpa terucap
Kini ku semakin merindu
Rindu yang bahkan taksampai padamu
Pada sang lelaki manis di sudut biru
Yang masih takbisa lihat tulusnya rasa
Sampai nanti sampai ku berhenti
Merindumu ~
Masih disini ditempat pengasingan rasa....
-Teti Sukmawati-
Serang,12-09-2016 .
Kamis, 17 November 2016
Rinduku jauh di kota landmark
Risau..
ketika bayang wajah tak bertemu
lelaki manis dengan tatapan sendu
berbayang jingga dalam elegi cinta di kota baja
sampai detik tak berdenting
masih rindu dalam jelma berrantai asa
bukan maksud mengusik raga
hanya hati tak mampu berkata sapa
lalu..
sampai puncak penghujung rindu
masih jadi sepotong rasa tanpa balas
dan rindu tanpa tepi...
yang belum terobati...
-Teti Sukma - Yang kini merindu tanpa balas.
Serang, 17 November 2016
Teruntuk engkau lelaki manis di kota landmark:')
Senin, 29 Agustus 2016
Jumat, 12 Agustus 2016
Masalahnya adalah
Masalahnya adalah...
aku yang telah memulai meraba rasa
rasa yang telah menjadi luka
terdalam semesta yang tak berirama
aku..
bukan karena hati yang salah melangkah
hanya waktu yang taktepat untuk bicara
dan seolah jiwa masih meronta tiada tara
lebih dari segala prasangga
aku yang masih menunggu senja
yang tiada pernah menghantarkan puspa
masalahnya adalah
lembah indah itu telah mati
mati dengan sejuta rasa yang baru saja tumbuh
aku masih dengan lidah takbertulang
terluka oleh kata yang tak terucap.
Teti Sukma
di tepat yang sama
Pandeglang,13 Agustus 2016
aku yang telah memulai meraba rasa
rasa yang telah menjadi luka
terdalam semesta yang tak berirama
aku..
bukan karena hati yang salah melangkah
hanya waktu yang taktepat untuk bicara
dan seolah jiwa masih meronta tiada tara
lebih dari segala prasangga
aku yang masih menunggu senja
yang tiada pernah menghantarkan puspa
masalahnya adalah
lembah indah itu telah mati
mati dengan sejuta rasa yang baru saja tumbuh
aku masih dengan lidah takbertulang
terluka oleh kata yang tak terucap.
Teti Sukma
di tepat yang sama
Pandeglang,13 Agustus 2016
Rabu, 10 Agustus 2016
TERSAKITI
Diunyu..
Harap palsu menjelma tiada tara
rasa yang tumbuh masih berbentuk benih
pecah bak raga yang tak lagi bersatu
aku dengan sejuta rahasia
Memendam sepi sendiri
tanpa lamun yang mereda
ku benci dalam sunyi yang pasti
lambaikan tangan dengan sejuta rasa
akhir rasa...
bukan karna tak menuai
hanya biru yang nampak
kurasa kosong mulai menjelma
terpatri lara tiada tara
aku yang masih sendiri
cukup alami yang tak pasti
kucoba sembunyi
di penantian tanpa batas .
Teruntuk kamu yang masih menjadi bui
kusampaikan rasa dalam sebongkah asa..
-Teti Sukma-
Masih disini di pandeglang kita </3
Pandeglang, 10 Agustus 2016
Minggu, 31 Juli 2016
Aku yang mulai mencintaimu
Kamu adalah apa yang selalu menjadi anganku
Rasa sepi, sendiri dan benci seperti menyatu dengan
nestapa
Bukan kelam yang menyelimuti rindu
Tapi ketakutan akan hilangnya harapmu
Mencintaimu..
Bagiku raga mulai menyatu dengan harap yang tak pasti
Ini rindu, rindu yang tak sampai pada kata “bertemu”
Hanya luka biru yang tergores dalam sentuhan kalbu
Tombak asa kini menusuk jantungku.
Masih disini di tempat yang sama
Dengan rasa baru tanpa kata tanpa makna
Masih dengan kesendirian yang takpasti.
Aku yang mulai mencintaimu
Berlabuh di pelabuhan yang gersang
Tanpa rasa tanpa asa
Masih di sini di penantian tanpa ujung…
Teti sukma
Pandeglang, 31 juli 2016.
Langganan:
Postingan (Atom)
