Senin, 03 April 2017

Aku Yang Telah Lancang (Surat Takberbalas)

Aku yang telah lancang...

“Mungkin Doa yang ku untai belum sampai pada sang empu, hanya bisa menunggu sampai atau   berlalu”

Aku kira setelahnya tidak ada lagi yang bisa ku taruh dalam  rindu, namun entah sejak kapan kamu mulai menyusup dalam celah kosong di hatiku. Sebenarnya aku yang telah lancang berani menyebutmu di sepertiga malam-Nya tanpa seizin darimu. Mungkin aku sedang berharap ketidak mungkinan yang mungkin saja bisa ku dapat. Tidak ada yang tau selain  DIA yang maha Tau. mungkin juga aku sedang mencoba mematahkan hatiku sendiri dengan mencoba mengenalmu dalam diam. Banyak kemungkinan lain yang akan terjadi atau malah berlalu pergi.

Seperti puisi rangga untuk cinta yang berjanji untuk kembali bersama, aku ingin kamu dan aku dipertemukan kembali dengan rencana yang telah dirancang-Nya pada waktu yang tepat. Aku tidak ingin memaksakan ragaku yang sangat ingin menemuimu, aku ingin pertemuan kita nanti menjadi pertemuan yang akan menunjukan restu-Nya. Jika memang kita dipertemukan kembali atau sebaliknya jika kamu dan aku memang tidak ditakdirkan bertemu, aku ingin diamku ini menjadi sebuah perbaikan diri ke jalan sang Illahi Robbi.
                     -Dari ku untuk mu  
                      Teti Sukma
                      Di Penghujung Senja



Selasa, 24 Januari 2017

Untukmu senjaku



Terkadang ingin hilang

hati kosong semakin berdebu

sedang senja makin jauh

aku toleh ke ujung biru

tak ada senyummu

lantas haruskah berhenti

sedang rindu semakin jadi

kadang ku merayu

namun tak sampai pada sang waktu

ku titip rasa dalam satu nama

nama yang masih ku rindu di ujung purnama

untukmu senjaku di kota baja.


_Semoga pesan ini sampai padanya_



-Teti sukma-

Serang, 24 Januari 2017

Masih disini di pengasingan hati .

Jumat, 09 Desember 2016

REMBULAN

Menapak tilas balik jejak rembulan
Tatkala lara berjalan berdampingan
Tiada sapa kata dan rasa
Hanya sebatas bersaama.

Kenapa taksempat mereda
Gelap awan karena hujan tutupimu
Bila sebuah bulan bisa diganti
Kukatakan Tetap menanti

Aku yang rindu rembulan
Hanya bisa tersenyum menatap langit
Berharap pesan sampai tanpa terucap
Kini ku semakin merindu

Rindu yang bahkan taksampai padamu
Pada sang lelaki manis di sudut biru
Yang masih takbisa lihat tulusnya rasa
Sampai nanti sampai ku berhenti
       
 Merindumu ~


Masih disini ditempat pengasingan rasa....

-Teti Sukmawati-
Serang,12-09-2016 .

Kamis, 17 November 2016

Rinduku jauh di kota landmark

Risau..

ketika bayang wajah tak bertemu

lelaki manis dengan tatapan sendu

berbayang jingga dalam elegi cinta di kota baja


sampai detik tak berdenting

masih rindu dalam jelma berrantai asa

bukan maksud mengusik raga

hanya hati tak mampu berkata sapa

lalu..

sampai puncak penghujung rindu

masih jadi sepotong rasa tanpa balas

dan rindu tanpa tepi...

yang belum terobati...


-Teti Sukma - Yang kini merindu tanpa balas.

Serang, 17 November 2016 


Teruntuk engkau lelaki manis di kota landmark:')




Jumat, 12 Agustus 2016

Masalahnya adalah

Masalahnya adalah...

aku yang telah memulai meraba rasa

rasa yang telah menjadi luka

terdalam semesta yang tak berirama

aku..

bukan karena hati yang salah melangkah

hanya waktu yang taktepat untuk bicara

dan seolah jiwa masih meronta tiada tara


lebih dari segala prasangga

aku yang masih menunggu senja

yang tiada pernah menghantarkan puspa


masalahnya adalah

lembah indah itu telah mati

mati dengan sejuta rasa yang baru saja tumbuh

aku masih dengan lidah takbertulang

terluka oleh kata yang tak terucap.



Teti Sukma

di tepat yang sama 

Pandeglang,13 Agustus 2016






     

Rabu, 10 Agustus 2016

TERSAKITI

Diunyu..

Harap palsu menjelma tiada tara
rasa yang tumbuh masih berbentuk benih
pecah bak raga yang tak lagi bersatu
aku dengan sejuta rahasia

Memendam sepi sendiri
tanpa lamun yang mereda
ku benci dalam sunyi yang pasti
lambaikan tangan dengan sejuta rasa

  akhir rasa...

bukan karna tak menuai
hanya biru yang nampak
kurasa kosong mulai menjelma
terpatri lara tiada tara


aku yang masih sendiri
 cukup alami yang tak pasti
kucoba sembunyi 
di penantian tanpa batas .

Teruntuk kamu yang masih menjadi bui
kusampaikan rasa dalam sebongkah asa..





-Teti Sukma-
Masih disini di pandeglang kita </3


Pandeglang, 10 Agustus 2016